Ya, sang ratu wushu Indonesia itu harus melewati tiga Asian Games untuk meraih emas pertamanya itu. Ia kali pertama ikut serta di event multicabang terbesar se-Asia itu di Guangzhou pada 2010.
Lindswell yang saat itu baru 19 tahun gagal meraih medali. Tampil cemerlang di nomor taijijian, ia gagal meraih nilai tertinggi di nomor taijiquan. Lindswell yang baru saja meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu 2009 di Toronto kala itu, hanya berada di urutan keenam pada taijiquan.
Pada Asian Games 2014 di Incheon, Lindswell mulai memperbaiki pencapaiannya di nomor taijiquan dan taijijian. Namun, saat itu keinginannya untuk meraih emas belum kesampaian. Ia hanya meraih perak.
Masa penantian panjang Lindswell Kwok untuk meraih emas Asian Games akhirnya terwujud. (ANTARA FOTO/INASGOC/Akbar Nugroho Gumay) |
"Kemudian empat tahun lalu perak sehingga [medali emas] memang target saya. Latihan juga seperti biasa saja. Pelatih juga selalu ingatkan selama latihan," ujar Lindswell.
Pada Asian Games 2018, Lindswell mencatat total poin 19,5. Hasil itu diperoleh setelah ia membukukan nilai 9,75 pada kategori Taijijian yang digelar hari ini.
Sehari sebelumnya, Lindswell juga menorehkan catatan 9,75 poin di nomor Taijiquan. Catatan poin Lindswell merupakan yang tertinggi untuk kategori Taijiquan.Catatan 19,5 poin itu membuat Lindswell unggul atas Juanita Mok Uen Ying asal Hong Kong (19,42 poin) dan Aghata Chrystenzen asal Filipina (19,36). (bac/ptr)
from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/2vXllAT
Masa penantian panjang Lindswell Kwok untuk meraih emas Asian Games akhirnya terwujud. (ANTARA FOTO/INASGOC/Akbar Nugroho Gumay)
No comments:
Post a Comment