
"Kami bersama aparat keamanan masih mengimbau warga untuk berada di luar rumah dan jika ada gempa susulan mereka yang berada di dalam rumah untuk segera keluar," kata Kepala Kantor SAR Mataram, Nyoman Sidakarya kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/8).
Secara umum, Nyoman melanjutkan situasi di wilayah Lombok sudah kondusif. Warga tak lagi panik meski ada beberapa gempa susulan pascagempa magnitudo 6,6 itu.
Nyoman menyebutkan sejauh ini pihaknya baru mencatat empat korban tewas akibat gempa tersebut. Tiga korban tewas ada di Sumbawa dan satu korban di Lombok Timur.
Untuk korban luka, Nyoman tak bisa memastikan angka. Dia hanya memprediksi ada banyak korban luka akibat gempa 6,9.
"Kami masih bekerja menyisir, mengevakuasi, membantu korban yang mungkin masih terjebak akibat gempa semalam," ujar dia.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui akun twitter BMKG menyebut gempa magnitudo 6,9 pada Minggu malam merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa [dengan] magnitudo 7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018.Kesimpulan itu diambil berdasarkan analisis terhadap pusat gempa atau episenter gempa terbaru itu, yakni di sekitar Lombok Timur. Pihaknya juga memperbarui data kekuatan gempa itu menjadi magnitudo 6,9.
"Dengan memperhatikan episenter gempa bumi [dengan] magnitudo 6,9 di ujung timur Pulau Lombok dan diikuti sebaran episenter yang mengikutinya ke arah timur hingga sebelah utara Sumbawa Barat," tutur dia.
Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di Lombok hingga pagi ini. Pada pukul 08.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada gempa susulan magnitudo 5,2.Gempa berlokasi di 8.27 Lintang Selatan dan 116.73 Bujur Timur dengan pusat gempa ada di 32 km TimurLaut Lombok Timur dan kedalaman 10 km.
No comments:
Post a Comment