Pages

Saturday, June 1, 2019

Liverpool Rasa Mourinho

Jakarta, CNN Indonesia -- Liverpool berhasil meraih trofi keenam mereka di Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 pada final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu (1/6) waktu setempat.

Liverpool meraih gelar juara Liga Champions dengan cara yang tidak biasa. Manajer Juergen Klopp tidak memainkan gaya 'heavy metal' yang begitu identik dengan gaya kepelatihannya selama menukangi The Reds.

Liverpool unggul cepat atas Tottenham di pertandingan ini. Tim kota pelabuhan hanya butuh waktu dua menit untuk membobol gawang Hugo Lloris melalui penalti Mohamed Salah.

Penalti itu diberikan wasit asal Slovenia, Damir Skomina, karena gelandang Tottenham, Mohamed Sissoko, menghalau bola umpan Sadio Mane menggunakan lengan.

Skomina menunjuk titik putih dan Salah dengan tenang melepaskan tendangan keras yang menggetarkan gawang Lloris.

Liverpool Rasa Mourinho Saat Juara Liga ChampionsMohamed Salah mencetak satu gol di final Liga Champions. (REUTERS/Susana Vera)
Setelah gol cepat itu, arah permainan berubah. Tottenham menguasai permainan sementara Liverpool hanya sesekali melakukan serangan balik untuk menambah keunggulan.

Taktik 'gegenpressing' yang akrab dengan Liverpool hanya sesekali terlihat sepanjang babak pertama. Salah dkk malah lebih banyak turun ke daerah pertahanan untuk membatasi pergerakan pemain depan Tottenham.

Pendekatan taktik yang lebih pragmatis itu terbukti efektif meredam serangan Tottenham. Praktis, hanya aksi individu Son Heung-min yang kerap merepotkan pertahanan Liverpool meski tidak berujung ancaman berarti ke gawang Alisson.

Liverpool Rasa Mourinho Saat Juara Liga ChampionsLiverpool meraih gelar Liga Champions keenam mereka. (REUTERS/Carl Recine)
Jika mengacu statistik di babak pertama, Liverpool hanya memiliki penguasaan bola sebanyak 36 persen. Sisanya jadi milik Tottenham yang di luar dugaan malah dominan dengan penguasaan bola 64 persen.

Pendekatan gaya bermain Klopp yang lebih mirip mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho, tidak berubah di babak kedua. Manajer asal Jerman itu tetap membiarkan Tottenham menguasai bola dan para pemain Liverpool lebih banyak menunggu untuk melakukan serangan balik.

Taktik itu hampir saja jadi bumerang karena di babak kedua serangan The Lilywhites kian bergelombang. Masuknya Lucas Moura menggantikan Harry Winks di babak kedua turut meningkatkan intensitas serangan tim London Utara.

Beruntung Liverpool punya kiper sekelas Alisson Becker di bawah mistar gawang. Kiper asal Brasil itu membuat Moura, Son, hingga Christian Eriksen, kehabisan akal untuk membobol gawangnya. Di sisi lain, Harry Kane yang baru sembuh dari cedera engkel tidak bisa berbuat banyak di laga ini.

Alisson mengagalkan tiga peluang emas dari delapan tembakan tepat sasaran yang didapat Tottenham sepanjang pertandingan. Jumlah peluang ini hampir tiga kali lebih banyak dari Liverpool yang hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran.

Liverpool Rasa Mourinho Saat Juara Liga ChampionsDivock Origi mencetak gol yang membuat Liverpool di ambang gelar juara Liga Champions. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Dalam situasi tertekan, Liverpool tanpa diduga sukses menggandakan kedudukan jadi 2-0. Gol yang tercipta pun tidak datang dari skema permainan cepat yang kerap berawal dari pergerakan Sadio Mane maupun Mohamed Salah.

Gol Liverpool datang dari situasi sepak pojok yang dieksekusi James Milner. Bola liar hasil tendangannya mampir ke kaki Divock Origi. Striker yang masuk di babak kedua itu melepaskan tendangan kaki kiri yang bersarang ke pojok gawang Lloris.

Liverpool Rasa Mourinho Saat Juara Liga Champions
Liverpool pun berpesta di stadion milik Atletico Madrid. Namun dari sisi statistik terlihat jelas Liverpool juara tidak lewat permainan menyerang dan dominasi permainan.

Liverpool hanya melakukan tiga tembakan tepat sasaran berbanding delapan milik Tottenham. Selain itu, penguasaan bola Liverpool kalah jauh dari Tottenham dengan 35 persen berbanding 65 persen.

Terakhir, Liverpool sepanjang pertandingan hanya melakukan 272 umpan. Catatan itu kalah jauh dari Tottenham yang melakukan 510 umpan meski akhirnya dominasi dan permainan menyerang anak asuh Mauricio Pochettino tak berujung kemenangan.

Dilansir Opta, rata-rata umpan Liverpool hanya 35,4 persen sekaligus jadi tim pertama yang juara Liga Champions meski penguasaan bola kalah dari tim lawan. Tim terakhir yang punya persentase umpan rendah tetapi jadi juara adalah Inter Milan asuhan Mourinho yang mengalahkan Bayern Munchen tahun 2010.

(nva)

Let's block ads! (Why?)

from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping http://bit.ly/30YqFlH

Mengarungi Laut demi Kampung Halaman

Jakarta, CNN Indonesia -- Pagi belum terlalu jauh berlalu, namun Pramono Joko sudah terlihat sibuk dengan telepon selularnya. Lelaki yang merupakan salah satu dari ratusan peserta mudik gratis pengguna sepeda motor dengan kapal Ro-Ro yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan ini, memberi kabar ke keluarga di Demak, Jawa Tengah, bahwa dirinya sudah bersiap naik kapal dari Dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok.

Ini kali kedua dirinya mengarungi laut untuk kembali ke kampung halaman. 

Meski jam keberangkatan mundur, namun hal ini tak melunturkan senyumnya.

"Kalau enggak pulang ya dicariin nanti. Ibu saya umur 71, masih sehat. Dongane selamet (doanya semoga selamat)," ujar Joko pada CNNIndonesia.com di Dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/6).


Dalam program ini, ada dua tujuan yang disediakan yakni Semarang dan Lampung.

Joko menuturkan sebelumnya dia mudik dengan bus. Namun mudik dengan bus menuntutnya harus pulang lebih awal.

Kini dengan kapal, dia bisa pulang berdekatan dengan hari Lebaran. Apalagi, dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, ia cukup menempuh perjalanan kurang dari setengah jam menuju Demak.

"Seneng naik kapal. Kalau bus kan berangkat lebih awal, keburu duitnya habis," katanya diiringi tawa.

Seperti Joko, Wahyudi juga memilih mudik dengan kapal bersama sang istri, Ayu Utami dan anak perempuan mereka yang berusia tiga tahun. Mereka berdomisili di Bekasi sehingga harus berkendara terlebih dahulu selama satu jam.

Dia sudah tiga kali mengikuti program mudik gratis dengan kapal Ro-Ro. Menurutnya, mudik dengan kapal terasa lebih aman daripada denan motor.

"Suasananya jelas beda. Pemandangannya gitu-gitu doang tapi rasanya lebih aman," kata Wahyudi.

Biasanya, dia mudik menggunakan moda transportasi darat khususnya bus. Namun sebelum ada tol, perjalanan bisa sangat lama dan nyaris sama dengan perjalanan dengan menggunakan kapal yakni sekitar 12 atau 14 jam perjalanan.

Arif Muljato, Kasubdit Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan Kementerian Perhubungan. Mudik dengan menggunakan sepeda motor memang tidak disarankan karena berkaitan dengan keselamatan.

"Apa yang di jalan, dipindahkan ke kapal demi menekan angka kecelakaan. Nanti perjalanan cukup panjang. Ke Lampung sekitar 8 jam, ke Semarang sekitar 12-15 jam," kata Arif.

Meski demikian, pemudik disediakan konsumsi selama perjalanan termasuk takjil serta menu buka puasa. Jadi sampai tujuan, pemudik tinggal melanjutkan perjalanan dengan motor yang tentu tidak akan memakan waktu lama.

Tahun ini Kemenhub menyiapkan empat kapal dengan kapasitas masing-masing 500 motor dan seribu orang penumpang. Tak hanya saat keberangkatan, fasilitas kapal pun bisa dinikmati saat kembali ke Jakarta pada 8 Juni 2019.

Ditemui usai melepas keberangkatan pemudik di kapal pertama, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menuturkan kegiatan mudik gratis pengguna sepeda motor dengan kapal Ro-Ro ini diharapkan dapat mencegah pemudik menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi mudik.

"Jadi harapan kita adalah yang dibangun mindset masyarakat bahwa mudik pakai sepeda motor tidak kita rekomendasikan karena potensi rawan kecelakaan," katanya.

[Gambas:Video CNN] (els/agr)

Let's block ads! (Why?)

from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping http://bit.ly/2W6UzjO