Banyak juga pahlawan masa kini sedang berjuang mengharumkan nama bangsa lewat berbagai hal, salah satunya di sektor otomotif.
Sektor otomotif nasional yang sedang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah serangan produk asing, namun mereka tetap berusaha unjuk gigi dalam bidang tersebut. Berikut beberapa produk otomotif hasil tangan dingin 'pahlawan' nasional.
P6 ATAV hasil produksi Sentra Surya Ekajaya (SSE). (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Pada sektor pertahanan nasional ada produsen lokal yang mencoba peruntungan melalui kendaraan taktis, yaitu Sentra Surya Ekajaya (SSE).
SSE punya fasilitas produksi di Tangerang, Banten ini untuk mengembangkan kendaraan tempur. Mereka mengklaim merekayasa struktur kendaraan taktis dari nol hingga masuk jalur produksi.
Salah satu produk SSE yaitu P6 ATAV yang menjadi kendaraan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dan Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara. P6 ATAV juga menurut perusahaan sudah dilirik negara tetangga.
Mobil ini memiliki panjang 4,6 m, lebar 2,3 m dan tinggi 1,5 m. Mobil ini dirancang dengan rangka tubular, sementara bagian samping tidak dilengkapi pintu dan kaca. Guna meningkatkan keamanan prajurit, pembuatnya melengkapi bagian depan dengan kaca antipeluru.
P6 ATAV dengan mesin 2.500 cc ini juga dilengkapi dudukan persenjataan pada sisi atas, kanan dan kiri. Misalnya di bagian atap bisa dipasang senapan serbu dengan peluru kaliber 7,62 mm.
Mobil listrik Blits. 9Foto: Mobil Listrik BLITS) |
Memasuki era kendaraan listrik, sejumlah anak bangsa mulai giat mengembangkan kendaraan listrik buatan dalam negeri. Blits menjadi salah satunya yaitu mobil listrik karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Budi Luhur.
Untuk membuktikan keandalannya, anak-anak bangsa menguji jalan dari Sabang sampai Merauke dengan harapan mumpuni untuk digunakan sebagai kendaraan sehari-hari
Mobil dilengkapi satu motor listrik sebagai penggerak roda dan baterai lithium-ion dengan kapasitas 90 kWh 380 volt. Baterainya sendiri terdiri dari 2.800 buah sel berukuran satu ruas jari yang dikemas menjadi satu. Dengan pengisian full selama delapan jam, diklaim mobil dapat melaju sejauh 300 km dengan satu kali pengisian.
Motor listrik Gesits. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Viar menjadi produsen lokal yang bergerak lebih awal dalam memasarkan motor listrik di Indonesia melalui skuter listrik Q1. Q1 sudah dua kali beregenerasi sejak model pertamanya meluncur pada 2017.
Skuter listrik racikan Semarang ini sudah diperbaharui terutama penambahan baterai, dari satu menjadi dua. Ini membuat Q1 bisa menempuh 120 km perjalanan atau dua kali lebih jauh dari model sebelumnya.
Motor listrik lokal lain racikan anak bangsa yaitu Gesits, produksi Gesits Technologies Indo (GTI). Produk perdana GTI ini merupakan hasil kerja sama Garansindo, ITS, dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Skutik listrik Gesits menggendong motor listrik bertenaga 6,7 tenaga kuda. Motor listrik tersebut disokong baterai lithium berkapasitas 3 kWh yang diklaim mampu melaju hingga 100 km per dengan satu kali pengisian daya.
[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)
from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/36JyA9j
P6 ATAV hasil produksi Sentra Surya Ekajaya (SSE). (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Mobil listrik Blits. 9Foto: Mobil Listrik BLITS)
Motor listrik Gesits. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
No comments:
Post a Comment