Firza yang selalu tampil sebagai pemain inti dalam tiga laga fase grup merasa kurang puas dengan penampilan yang diperagakannya bersama rekan-rekan di lini belakang.
Dari tiga pertandingan, gawang Timnas bobol tujuh kali. Satu kali ketika bertemu Taiwan, dan setengah lusin gol bersarang di gawang Muhamad Riyandi ketika bertemu Qatar."Saya masih harus meningkatkan cara bermain ketika bertahan yang masih ada kekurangan. Saya akan melakukan yang terbaik agar kami tidak kebobolan lagi," kata Firza menanggapi evaluasi penampilan dia selama fase Grup A di Piala Asia U-19 2018.
Firza Andika dan Witan Sulaeman bahu membahu mengadang pergerakan pemain Uni Emirat Arab. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Di tim ini tidak ada tekanan. Kami yang bermain di dalam lapangan, maka kami yang harus berpikir sendiri pada permainan," katanya menambahkan.
Alih-alih menganggap ucapan Indra sebagai tekanan, Pemain PSMS Medan itu justru menganggap tekanan yang harus diperhatikan datang dari tim muda Samurai Biru.
"Jepang memiliki kecepatan dan pemainnya memiliki kemampuan individu yang bagus. Maka, kami harus mewaspadai tekanan yang mereka berikan," ucap dia mengenai gaya main Jepang.Firza memiliki pengalaman berhadapan dengan tim muda Jepang dalam laga yang berlangsung Maret 2018. Dalam laga yang berkesudahan 4-1 untuk kemenangan Jepang, Firza tampil sebagai bek kiri sejak menit pertama. (map/nva)
from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/2PV4jvd
Firza Andika dan Witan Sulaeman bahu membahu mengadang pergerakan pemain Uni Emirat Arab. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
No comments:
Post a Comment