
"Saudara-saudara, saya di Semarang ketemu dengan salah satu pengusaha yang punya rumah sakit. Dia mengatakan rumah sakit dia, pemerintah sudah tunggak, pemerintah utang dengan rumah sakit dia Rp100 miliar," ujar Prabowo saat memberi sambutan dalam Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan Jakarta, Minggu (4/11).
Prabowo menjelaskan sosok yang ditemui di Semarang itu merupakan seorang pengusaha setempat. Pengusaha itu memiliki sebuah rumah sakit terbesar di Semarang, namun Prabowo tidak menyebutkan secara detail atau menyebut nama rumah sakit yang dia maksud.
"Dan di mana-mana seperti itu. Jadi sebentar lagi orang sakit akan ditolak karena kalau satu rumah sakit harus mengeluarkan Rp100 miliar, bagaimana," ujarnya.
Selain itu, pengusaha yang disebut berusia 55 tahun itu juga berkeluh kesah kepada Prabowo terhadap kondisi yang dialami."Dia mengatakan kepada saya, 'Pak Prabowo, selama saya jadi pengusaha, dia mengatakan itu ya, selama saya jadi pengusaha, sudah 30 tahun, sudah 30 tahun dia jadi pengusaha, belum pernah keadaan separah sekarang', dia mengatakan," ujarnya.
Tidak hanya itu, Prabowo juga mengungkap cerita lain saat dia berkunjung ke Demak dan Klaten. Di Klaten, Prabowo mengatakan bertemu dengan para petani yang baru saja memanen padinya.
Namun, kata Prabowo, petani itu kemudian bingung untuk menjual hasil panennya karena pemerintah mendatangkan impor beras sekian juta ton dari Vietnam dan Thailand."Jadi mereka sedang menangis sekarang tidak bisa jual hasil keringatnya sekian bulan. Mereka mau hidup dengan apa? Kemudian petani tebu demikian. Jadi saudara-saudara, ini semua di mana-mana," kata Prabowo.
"Saya tidak rela rakyat kita selalu kesulitan hidup tiap hari, tiap bulan karena saya mengerti dan saya tahu kekayaan kita sangat besar saudara-saudara sekalian," lanjutnya. (swo/osc)
from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/2yRB31T
No comments:
Post a Comment