
"Pernyataan tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan semua resolusi terkait PBB," tulis OIC di dalam satu pernyataan pada Sabtu (3/11) dikutip dari Antara.
Penyataan ini merupakan bentuk penolakan dari pengumuman keputusan Bolsonaro untuk memindahkan lokasi kedutaan.
Sebelumnya, pada Jumat (2/11), Liga Arab sempat menyerukan agar Bolsonaro membatalkan keputusannya itu.
Polemik ini dikhawatirkan bakal menambah kemarahan masyarakat dunia. Pasalnya Presiden AS Donald Trump menyulut kemarahan masyarakat dunia pada Desember lalu, setelah ia mengumumkan rencana untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai "ibu kota Israel". Trump sendiri membuktikan ucapannya pada awal tahun ini.
Sejak saat itu, pemimpin Palestina di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, menolak peran penengahan oleh AS dalam proses perdamaian Timur Tengah.
(chs)
from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/2zrKTHv
No comments:
Post a Comment