
Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp84,7 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp89,1 triliun.
Lebih rinci, untuk PMDN sendiri sebenarnya naik sebesar 30,5 persen dibandingkan kuartal III 2017 lalu yang hanya Rp64,9 triliun. Sementara, jumlah PMA pada Juli-September 2018 anjlok 20,2 persen dari sebelumnya yang mencapai Rp11,7 triliun.
"Walau turun tapi realisasi investasi selama Januari-September 2018 untuk PMDN dan PMA naik 4,3 persen dibandingkan dengan 2017," kata Farah, Selasa (30/10).
Lebih lanjut Farah menjabarkan realisasi investasi PMDN dan PMA ini mayoritas berasal dari Jawa Barat, yakni mencapai Rp29,3 triliun atau menyumbang 16,8 persen dari total keseluruhan. Diikuti oleh DKI Jakarta sebesar Rp26,2 triliun, Banten sebesar Rp16,1 triliun, Jawa Tengah sebesar Rp14,3 triliun, dan Jawa Timur sebesar Rp11,5 triliun.
Sementara, khusus untuk PMA sendiri masih dari Singapura yang berkontribusi sebesar US$1,6 miliar, kemudian Jepang US$1,4 miliar, dan Malaysia serta China masing-masing sebesar US$500 juta.
"Untuk PMA juga dari Singapura, Jepang, China, Hong Kong, dan Korea Selatan," pungkas Farah.
No comments:
Post a Comment