
"Semua kader harus mengatur strategi yang betul dan tepat agar bisa meraih kursi sebanyak mungkin agar bisa masuk posisi dua besar," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (27/10).
Akbar mengatakan Golkar adalah partai besar. Golkar memiliki pengalaman panjang.
Pada Pemilu 2009 dan 2014, perolehan suara mereka terus turun. Jika pada Pemilu 2004, mereka berhasil meraih suara 22,46 persen, pada 2019 dan 2014, perolehan tersebut turun menjadi tinggal 14,45 persen dan 14,75 persen.
"Hasil survei terbaru, Golkar diprediksi tidak masuk dua besar. Itu harus menjadi pelecut bagi kader untuk kerja lebih keras dalam Pemilu 2019 nanti," katanya.
No comments:
Post a Comment