
"Andromax bersih mulai pertengahan tahun depan. Tapi layanan servis masih tetap akan ada," kata Djoko di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/9).
Djoko mengatakan pemberhentian produksi ini dikarenakan Andromax hanya menguasai 10 persen pangsa pasar di Indonesia. Oleh karena itu Djoko mengatakan saat ini pihaknya lebih fokus untuk menyediakan jaringan internet.
"Merek ponsel di dunia sudah merajai dengan adanya spek dan perkembangan teknologi. Dulu Andromax hanya kuasai 10 persen pangsa pasar. Padahal kita sudah 4G bukan lagi CDMA. Lagipula, sekarang sudah ada merek lain yang bisa mengusung Smartfren," kata Djoko.
"Andromax kami berjalan dengan yang ada sekarang, yakni Prime dan Andromax B. Setelah itu kami lebih mengandalkan pada semua vendor ponsel yang sudah kerja sama dengan kami. Jadi Andromax tidak ada lagi," tuturnya.
Dia mengatakan Smartfren saat ini memiliki strategi untuk bekerja sama dengan berbagai produsen ponsel pintar supaya para pelanggan memiliki opsi bundling yang lebih bervariasi ke berbagai merek ponsel tak hanya di Andromax.
Mifi Tetap Berlanjut
Meskipun Smartfren mematikan bisnis ponsel pintarnya, Djoko mengatakan Smartfren masih menggeluti bisnis mobile wifi (Mifi).
Djoko mengatakan dalam waktu dekat, Smartfren akan meluncur Mifi generasi terbaru dengan teknologi Cat7. (jnp/age)
from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/2D9eCdo
No comments:
Post a Comment