Blokade tersebut dilakukan dengan menyempitkan jalan. Dia membangun dua tiang yang didirikan di sisi jalan. Akibatnya hanya kendaraan tertentu yang bisa melintas.
Hal tersebut dilakukan pasca pemungutan suara, Rabu (17/4). Pasangan suara Jokowi-Ma'ruf di TPS 06 kalah dibanding pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Tiang di jalan umum di Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. (CNN Indonesia/Nurus) |
Tindakan MS memblokade jalan itu membuat warga merasa terganggu. Apalagi di sekitarnya banyak pesantren. Akses jalan tersebut sering dilalui kendaraan.
"Kalau mobil besar tidak bisa masuk, hanya roda dua," kata Imron Muslim warga yang hendak melintas saat ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (24/4).
Imron mengatakan blokade jalan itu sempat memantik protes warga. Banyak masyarakat tidak terima dengan tindakan yang dinilai sepihak ini. Sebab ketika jalan diblokade aktivitas masyarakat terganggu.
"Tidak ada hubungannya dengan politik, dia (MS) menyempitkan jalan karena warga sekitar yang notabenenya pelaku tambang enggan memperbaiki jalan," kilah Iswadi.
Camat Sokobanah Ahmad Firdausi menyarankan warga agar melaporkan MS ke aparat.
"Kalau hubungannya sama politik, silakan laporkan ke pengawas pemilu, jangan ke saya," kata Firdausi.
[Gambas:Video CNN] (nrs/ugo)
Tiang di jalan umum di Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. (CNN Indonesia/Nurus)
No comments:
Post a Comment