Kurniawan Dwi Yulianto menceritakan pengalamannya ketika masih membela Timnas Indonesia dan berduel dengan Thailand di Piala AFF. Dalam edisi tersebut Tim Merah Putih kalah dua kali dari Gajah Perang.
Di fase grup Tim Merah Putih kalah 1-4 di Stadion Chiang Mai, lalu di laga final Gendut Doni dan kawan-kawan kalah dengan skor yang sama 1-4. Kurniawan yang tampil sebagai starter dalam laga final tersebut ingat betul pelajaran yang diambil dari laga itu. Ia pun memberikan pesan kepada para pemainnya yang diharapkan bisa memberikan hasil positif di pertandingan nanti."Sebenarnya kami sama-sama percaya waktu itu. Artinya kami enggak kalah [dari Thailand] sebelum bertanding. Waktu itu kami kalah karena Thailand mengambil inisiatif duluan, dan saat kami mulai kebobobolan kami mulai drop. Jadi sekarang kami sudah ingatkan ke pemain agar jangan kalah inisiatif," ujar Kurniawan.
Kurniawan yang memiliki sapaan 'Si Kurus' itu juga menyebut kualitas Timnas Indonesia saat ini dengan 18 tahun lalu jauh berbeda. Kurniawan berharap motivasi Andik Vermansah dan kawan-kawan meningkat usai menang 3-1 atas Timor Leste setelah tampil kurang memuaskan karena kalah 0-1 dari Singapura di laga pertama.
Kurniawan tampil sebagai starter di final Piala FF 2000 melawan Thailand. (AFP PHOTO/Pornchai KITTIWONGSAKUL) |
Banyak pihak menilai Evan Dimas Darmono merupakan pemain kunci Timnas Indonesia saat ini. Si Kurus juga tidak membantah hal tersebut.
"Sah-sah saja, namanya taktik, strategi. Tapi bagi kami semua pemain penting. Kalau pun Evan 'dimatikan', artinya kan ada ruang kosong yang bisa dimaksimalkan [pemain lain]," Kurniawan menjelaskan. (jun/sry) from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/2Q0tEau
Kurniawan tampil sebagai starter di final Piala FF 2000 melawan Thailand. (AFP PHOTO/Pornchai KITTIWONGSAKUL)
No comments:
Post a Comment