Sayyid merupakan tunarungu, tetapi ia tidak tampak kesulitan saat menghadapi lawan di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Djarum, Kudus, 7-9 September 2018.
Penjelasan yang diberikan wasit sebelum laga dimulai ternyata bisa dimengerti dengan baik.Teriakan serta keluhan terkadang dikeluarkan pemuda asal Bogor ini saat bola yang dipukulnya menghasilkan poin atau sebaliknya, saat poin lawan bertambah.
"Semangat dia [Sayyid] luar biasa, tidak ada kata pantang menyerah," ujar ibu Sayyid, Lia Fitria, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (7/9).
![]() |
Setelah mengikuti OOSN Sayyid langsung meminta dimasukkan ke klub bulutangkis. Walaupun mengikuti kejuaraan umum, Sayyid tidak merasa kesulitan menjalaninya. Bahkan, beberapa kali pelajar kelas 3 SMP di SLB Mekarsari 1 Cibinong itu meraih peringkat tiga besar.
"Sayyid memang ingin menjadi atlet bulutangkis. Idolanya adalah Kevin [Sanjaya Sukamuljo] dan Lee Chong Wei," tutur Lia.
![]() |
Bukan hanya itu saja. Saat jam latihan yang biasa dilakoninya sejak pukul 16.00 sampai 20.00 habis, Sayyid selalu minta jam latihan tambahan.
"Alhamdulillah tidak ada kendala selama ini. Saya menganggap, apa yang dia 'miliki' itu kelebihannya, bukan kekurangan. Buktinya alhamdulillah Sayyid bisa mengikuti kejuaraan umum," ucap Lia yang sehari-hari berprofesi sebagai pengajar TK.
Menurut Lia, Sayyid sebenarnya bisa mendengar dengan lebih jelas jika menggunakan alat bantu pendengaran. Tetapi pelajar berusia 14 tahun itu enggan memakainya karena khawatir mengganggu saat bertanding.Sementara, Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyebut jika Sayyid lolos audisi umum Djarum beasiswa, maka pihaknya akan mengirim sang anak ke pelatihan paralimpiade di Solo. Di pemusatan latihan tersebut Sayyid bisa ditangani mantan pelatih PB Djarum yang kini bertugas di sana. (jun)
from CNN Indonesia kalo berita gak lengkap buka link di samping https://ift.tt/2MSRx2S
No comments:
Post a Comment